Melestarikan Kesenian Jawa di Sukamara

By admin 21 April 2015

Siapa yang tidak kenal reog ponorogo? Tapi seni  itu sekarang hidup dan tumbuh di Sukamara. Berdiri sejak tahun 2014 Paguyuban Reog Wahyu Manunggal merupakan wadah komunitas warga Jawa Timur. Kelompok ini aktif mempromosikan berbagai kesenian tradisional  Jawa seperti  jaranan. Namun dari sekian banyak kelompok kesenian ini hanya sedikit yang mampu bertahan hingga sekarang.

Konon   Reog Wahyu Manunggal merupakan pecahan paguyuban yang  tersisa di Sukamara. Menurut Mbah Ali di Sukamara banyak yang bubar. Sayangnya menurut tokoh purnawirawan TNI ini eksistensi  pembinaan para anggotanya yang mayoritas berasal dari kalangan pelajar menjadi penghambat kreativitas para seniman ini.  Kesenian Reog Wahyu Manunggal yang didirikan oleh Mbah Ali bertempat di Desa Pudu Rundun Kecamatan  Sukamara. Kelompok ini terdiri dari 52 orang anggota yang masih aktif berasal dari berbagai tingkatan usia, mulai dari umur 12 hingga 65 tahun.

Reog Wahyu Manunggal kerap diundang untuk tampil mengisi acara-acara di kampung-kampung, seperti selamatan, perkawinan, khitanan.  Kelompok ini juga sering mendapat undangan dari perusahaan dan undangan untuk memeriahkan peringatan acara hari-hari besar kenegaraan.

Dengan iringan alat-alat musik tradisional khas Jawa seperti gamelan, gong, gendang dan bonang yang menghibur peminatnya.  Untuk menambah semarak lantunan musik khas Jawa ini, lagu-lagu berlirik Jawa ini masih diiringi dengan lantunan suara merdu para sinden yang menyanyikan lagu-lagu syahdu  yang menggugah.

Mengenai tarif kelompok Reog Wahyu Manunggal ini tidak pernah mematok harga khusus. “Kami tidak pernah memasang harga karena kelompok kesenian ini bukan untuk dikomersilkan. Awalnya saya membentuk Reog Wahyu Manunggal hanya untuk melestarikan kesenian daerah yang mulai terkikis tergantikan dengan budaya asing yang begitu gencar masuk melalui berbagai media seperti televisi, internet serta majalah” kata Mbah Ali.

Dikenal sebagai tempat yang terbuka Kota Sukamara memang mayoritas dihuni para perantau dari tanah seberang.  Ada banyak komunitas kesenian Jawa yang berkembang di Kota Sukamara baik jaranan ataupun campursari.

Write a comment

Komentar Anda