Rapat Penetapan Status Desa

By admin 15 Desember 2016

Pada hakekatnya Desa merupakan entitas bangsa yang telah membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), jadi kemakmuran suatu desa sangat berpengaruh untuk stabilitas ekonomi nasional. Khususnya dalam pengembangan intervensi kebijakan yang mampu menjawab persoalan dasar pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa.

Untuk mendukung pembangunan desa Badan Perencanaan Daerah Sukamara (Bappeda) menggelar Rapat Penetapan Status Desa.  Rapat yang digelar pada hari Kami 8 Desember 2016 di Aula Bappeda Sukamara.  Kegiatan ini dihadiri oleh para kepala Desa, Camat, Kepala SKPD dalam lingkup Pemerintahan Kabupaten Sukamara, dan pemangku kepentingan lainnya.

Adanya rapat penetapan status desa ini nantinya akan menghasilkan kebijakan untuk membangun desa selanjutnya. Membangun Desa dihadapkan pada kenyataan kemiskinan di Desa, sehingga untuk mendukung pembangunan tersebut dibutuhkan ketersediaan data dan pengukuran parameter pembangunan.

Salah satu metode untuk mengukur pembangunan desa yaitu Indeks Desa Membangun. Metode ini membagi klasifikasi pembangunan Desa ke dalam tiga (3) status,yakni Desa Sangat Tertinggal, Desa Tertinggal, dan Desa Maju. Klasifikasi status Desa tersebut bertujuan untuk menentukan status perkembangan Desa. Dengan melihat indeks ini makan menjadi sebuah rekomendasi  kebijakan yang diperlukan dalam kebijakan pembangunan nantinya.

Menurut Kepala Bappeda Sukamara Drs. Wariyanto dalam dua status Desa Tertinggal dan Desa Sangat Tertinggal, dimana situasi dan kondisi setiap Desa membutuhkan pendekatan dan intervensi kebijakan yang berbeda. Menangani Desa Sangat Tertinggal akan berbeda tingkat kebijakan yang akan dilaksanakan di desa itu di banding dengan Desa Tertinggal.

Dalam pemberian skor terhadap penetatapan status desa meliputi beberapa indikator  yang akan menentukan desa itu indicator itu antara lain adanya fasitas kesehatan serta kemudahan mengaksesnya,adanya akses komunikasi,adanya listrik, tempat  buang air besar,ketersedian air bersih,adanya fasilitas pendidikan,adanya jalan desa yang layak dll.

Desa Berkembang terkait dengan situasi dan kondisi dalam status Desa Tertinggal dan Desa Sangat Tertinggal dapat dijelaskan dengan faktor kerentanan.Apabila ada tekanan faktor kerentanan, seperti terjadinya goncangan ekonomi,bencana alam, ataupun konflik sosial maka akan membuat status Desa Berkembang jatuh turun menjadi Desa Tertinggal. Dan biasanya, jika factor bencana alam tanpa penanganan yang cepat dan tepat, atau terjadinya konflik sosial terus terjadi berkepanjangan maka sangat potensial berdampak menjadikan Desa Tertinggal turun menjadi Desa Sangat Tertinggal. Sementara itu, kemampuan Desa Berkembang mengelola daya, terutama terkait dengan potensi, informasi / nilai, inovasi / prakarsa, dan kewirausahaan akan mendukung gerak kemajuan Desa Berkembang menjadi Desa Maju.

Semoga dengan adanya rapat desa ini akan membuat desa melepaskan diri dari status desa yang sangat tertinggal dan menjadi desa tertinggal sampai menjadi desa maju. Aamiin.

Write a comment

Komentar Anda